Batu Besar May 29, 2009
Posted by Handywan in Information.add a comment
Batu Besar
Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, “Okay, sekarang waktunya untuk quiz.” Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?” Semua mahasiswa serentak berkata, “Ya!”
Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian?” Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-ker ikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas,”Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?” Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.”
“Bagus sekali,” sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, “Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?” “Belum!” sahut seluruh kelas.
Sekali lagi ia berkata, “Bagus. Bagus sekali.” Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, “Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?”
Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya. “
“Oh, bukan,” sahut dosen, “Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan “batu besar” terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.”
Apa yang dimaksud dengan “batu besar” dalam hidup anda? Anak-anak anda; Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda; Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai; Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang berharga.
Ingatlah untuk selalu memasukkan “Batu Besar” pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestin ya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: “Apakah “Batu Besar” dalam hidup saya?” Lalu kerjakan itu pertama kali.”
Neoliberal or Neozep May 29, 2009
Posted by Handywan in Information.add a comment
Chatib Basri: Kwik Tak Bisa Bedakan Neoliberal dan Neozep
Wahyu Daniel – detikFinance
Foto: dok Detikcom
Jakarta – Tantangan mantan Menko Ekuin zaman Megawati, Kwik Kian Gie
untuk berdebat tentang neoliberalisme direspon oleh pihak Boediono.
Namun bukannya menjawab atau menolak tantangan, ekonom pendukung
Boediono justru menilai Kwik Kian Gie tidak bisa membedakan
Neoliberalisme dan Neozep (obat flu).
Demikian disampaikan ekonom pendukung Boediono Chatib Basri dalam
acara ‘Boedionomics: Antara Neolib dan Ekonomi Kerakyatan’ di Hotel
Borobudur, Jakarta, Selasa (26/5/2009).
Chatib bahkan beranggapan tantangan Kwik Kian Gie itu hanya
menunjukkan kalau Kwik tidak mengerti neoliberalisme.
“Seperti Pak Kwik kemarin, dia hanya pusing. Tidak bisa bedakan antara
Neozep dan neoliberalisme. Ia juga bilang mau berdebat berhari-hari
dengan Boediono tentang neoliberalisme, itu karena dia nggak ngerti
saja. Kalau saya berdebat tentang neoliberalisme bisa cuma 5 menit
saja,” katanya.
Chatib juga menegaskan, aksi-aksi privatisasi BUMN tidak bisa menjadi
indikator paham neoliberalisme. Tapi jika ada pihak yang bersikukuh
privatisasi merupakan simbol neoliberalisme, maka seharusnya menengok
kebijakan ekonomi Indonesia sejak 2001 atau pada pemerintahan
Megawati.
“Mengenai privatisasi, itu dari zaman Megawati juga ada, sejak 2001.
Tapi tidak serta merta neoliberalisme. Kita lihat kebijakan ekonomi
dari 2001 sampai sekarang tidak berubah drastis, makanya orang tidak
mengerti apa itu neoliberalisme, ” katanya.
Chatib juga menegaskan, jika dilihat kondisi saat ini, persentase aset
terbesar di Indonesia masih dipegang BUMN. Bank terbesar di Indonesia
pun Bank Mandiri.(lih/ qom)
Hewan Pikachu ditemukan dan dijual May 29, 2009
Posted by Handywan in Information.add a comment
Jika Anda penggemar kartun Jepang pasti Anda tahu tokoh Pikachu pada film Pokemon.. Seorang pria mengklaim bahwa ia telah menemukan hutan Pikachu dan menawarkan diri untuk menangkap Pikachu dan menjualnya pada sebuah lelang di Jepang. Harganya? 925 juta dolar Amerika! Total hanya 20 Pikachu yang akan ditawarkan.. Harga tersebut sudah termasuk persediaan makanan untuk 3 bulan dan video berdurasi 60 menit yang mengajarkan bagaimana cara merawat Pikachu.. Believed Or Not Pikschu tersebut merupakan rekayasa genetika, dimana DNA yang di pakai sebagian besar dari hewan pengerat, terutama DNA hamsters…
Hati-hati dengan Dokter May 19, 2009
Posted by Handywan in Information.add a comment
Posted by: “Billy N.” billy@konsulsehat. web.id yahrapha
Thu Mar 5, 2009 7:43 pm (PST)
halo rekan-rekan. ..
Ini tulisan yang mungkin ‘aneh’, saya sebagai seorang dokter justru meminta
rekan-rekan untuk berhati-hati pada dokter. Ini mengikuti tulisan Pak Irwan
Julianto di Kompas 4 Maret 2009 lalu, yaitu mengenai ‘caveat venditor’
(produsen/penyedia jasa berhati-hatilah) .
Ceritanya begini, beberapa hari ini saya mengurusi abang saya yang sakit
demam berdarah (DBD). Saya buatkan surat pengantar untuk dirawat inap di
salah satu RS swasta yang terkenal cukup baik pelayanannya. Sejak masuk UGD
saya temani sampai masuk ke kamar perawatan & tiap hari saya tunggui, jadi
sangat saya tau perkembangan kondisinya.
Abang saya paksa dirawat inap karena trombositnya 82 ribu, agak
mengkuatirkan, padahal dia menolak karena merasa diri sudah sehat, nggak
demam, nggak mual, hanya merasa badannya agak lemas.
Mulai di UGD sudah ‘mencurigakan’ , karena saya nggak menyatakan bahwa saya
dokter pada petugas di RS, jadi saya bisa dengar berbagai
keterangan/penjelas an & pertanyaan dari dokter & perawat yang menurut saya
‘menggelikan’ . Pasien pun diperiksa ulang darahnya, ini masih bisa saya
terima, hasil trombositnya tetap sama, 82 ribu.
Ketika Abang akan di-EKG, dia sudah mulai ‘ribut’ karena Desember lalu baru
tes EKG dengan treadmill dengan hasil sangat baik. Lalu saya tenangkan bahwa
itu prosedur di RS. Yang buat saya heran adalah Abang harus disuntik obat
Ranitidin (obat untuk penyakit lambung), padahal dia nggak sakit lambung, &
nggak mengeluh perih sama sekali. Obat ini disuntikkan ketika saya ke
mengantarkan sampel darah ke lab.
Oleh dokter jaga diberi resep untuk dibeli, diresepkan untuk 3 hari padahal
besok paginya dokter penyakit dalam akan berkunjung & biasanya obatnya pasti
ganti lagi. Belum lagi resepnya pun isinya nggak tepat untuk DBD. Jadi resep
nggak saya beli. Dokter penyakit dalamnya setelah saya tanya ke teman yang
praktik di RS tersebut dipilihkan yang dia rekomendasikan, katanya ‘bagus &
pintar’, ditambah lagi dia dokter tetap di RS tersebut, jadi pagi-sore
selalu ada di RS.
Malamnya via telepon dokter penyakit dalam beri instruksi periksa lab
macam-macam, setelah saya lihat banyak yang ‘nggak nyambung’, jadi saya
minta Abang untuk hanya setujui sebagian yang masih rasional.
Besoknya, saya datang agak siang, dokter penyakit dalam sudah visite & nggak
komentar apapun soal pemeriksaan lab yang ditolak. Saya diminta perawat
untuk menebus resep ke apotek. Saya lihat resepnya, saya langsung bingung,
di resep tertulis obat Ondansetron suntik, obat mual/muntah untuk orang yang
sakit kanker & menjalani kemoterapi. Padahal Abang nggak mual apalagi muntah
sama sekali. Tertulis juga Ranitidin suntik, yang nggak perlu karena Abang
nggak sakit lambung. Bahkan parasetamol bermerek pun diresepkan lagi padahal
Abang sudah ngomong kalau dia sudah punya banyak. Saya sampai cek di
internet apa ada protokol baru penanganan DBD yang saya lewatkan atau
kegunaan baru dari Ondansetron, ternyata nggak. Akhirnya saya hanya beli
suplemen vitamin aja dari resep.
Pas saya serahkan obatnya ke perawat, dia tanya ‘obat suntiknya mana?’, saya
jawab bahwa pasien nggak setuju diberi obat-obat itu. Perawatnya malah
seperti menantang, akhirnya dengan terpaksa saya beritau bahwa saya dokter &
saya yang merujuk pasien ke RS, Abang menolak obat-obat itu setelah tanya
pada saya. Malah saya dipanggil ke nurse station & diminta tandatangani
surat refusal consent (penolakan pengobatan) oleh kepala perawat. Saya
beritau saja bahwa pasien 100% sadar, jadi harus pasien yang tandatangani,
itu pun setelah dijelaskan oleh dokternya langsung. Sementara dokter saat
visite nggak jelaskan apapun mengenai obat-obat yang dia berikan. Saya
tinggalkan kepala perawat tersebut yang ‘bengong’.
Saat saya tunggu Abang, pasien di sebelah ranjangnya ternyata sakit DBD
juga. Ternyata dia sudah diresepkan 5 botol antibiotik infus yang mahal &
sudah 2 dipakai, padahal kondisi fisik & hasil lab nggak mendukung dia ada
infeksi bakteri. Pasien tersebut ditangani oleh dokter penyakit dalam yang
lain. Saat dokter penyakit dalam pasien tersebut visite, dia hanya ngomong
’sakit ya?’, ‘masih panas?’, ‘ya sudah lanjutkan saja dulu terapinya’,
visite nggak sampai 3 menit saya hitung.
Besoknya dokter penyakit dalam yang tangani Abang visite kembali & nggak
komentar apapun soal penolakan membeli obat yang dia resepkan. Dia hanya
ngomong bahwa kalau trombositnya sudah naik maka boleh pulang.
Saya jadi membayangkan nggak heran Ponari dkk laris, karena dokter pun
ternyata pengobatannya nggak rasional. Kasihan banyak pasien yang terpaksa
diracun oleh obat-obat yang nggak diperlukan & dibuat ‘miskin’ untuk membeli
obat-obat yang mahal tersebut. Ini belum termasuk dokter ahli yang sudah
‘dibayar’ cukup mahal ternyata nggak banyak menjelaskan pada pasien
sementara kadang kala keluarga sengaja berkumpul & menunggu berjam-jam hanya
untuk menunggu dokter visite.
Abang sampai ngomong bahwa apa semua pasien harus ditunggui oleh saudaranya
yang dokter supaya nggak dapat pengobatan sembarangan? Abang juga merasa
bersyukur nggak jadi diberi berbagai macam obat yang nggak dia perlukan &
jadi racun di tubuhnya.
Sebulan lalu pun saya pernah menunggui saudara saya yang lain yang dirawat
inap di salah satu RS swasta yang katanya terbaik di salah satu kota kecil
Jateng akibat sakit tifoid. Kejadian serupa terjadi pula, sangat banyak obat
yang nggak rasional diresepkan oleh dokter penyakit dalamnya.
Kalau ini nggak segera dibereskan, saya nggak bisa menyalahkan masyarakat
kalau mereka lebih memilih pengobatan alternatif atau berobat ke LN. Semoga
bisa berguna sebagai pelajaran berharga untuk rekan-rekan semua agar
berhati-hati & kritis pada pengobatan dokter.
rgds
informasi jika ada yang jantungan…. May 19, 2009
Posted by Handywan in Information.1 comment so far
Kisah Seorang Istri Yang Suaminya Terkena Serangan Jantung…
ini ada cerita/kisah nyata (PENGALAMAN PRIBADI) yang mungkin akan
menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua. ?
tanggal29 april 2006 : malam kira jam 21.00 setelah makan malam..
suamiku merasa tidak enak badan.. masuk angin di sekitar perut dan
punggung.. seperti terasa ditusuk2.. rahang terasa agak kaku, mulut
agak asam .. minta dibikinkan air jahe hangat.. minum lalu tidur.
tanggal 30 april:
bangun tidur… pagi sholat subuh dan bilang badannya udah enakan mau
ke kantor,,,
malam hari di jam yang sama seperti sebelumnya merasakan hal yang
sama kembali seperti malam sebelumnya,, dibikinkan jahe hangat
kembali dan dipaksa tidur.. tengah malam sekitar pukul 01…00 dinihari
keluar keringat banyak dibadan yang ada dibenak saya dan suami
mungkin angin sudah keluar,, makanya badan enakan.
Tanggal 1 Mei 2006
(PERISTIWA PENTING DALAM KEHIDUPAN KELUARGA KAMI)
Pagi. rutinitas seperti biasa, ke kantor masih telp siang hari..
seperti biasa Karena tidak mendapat parkir di BEJ maka mobil di
parkir di CAFE BENGKEL.. SEMANGGI dngan Jarak 1 km dari BEJ.
sore jam 16.30 pulang kantor jalan kaki menuju parkir,,, sepanjang
jalan suamiku merasa kaki tak dapat dilangkahkan. .. … . leher terasa
semakin kaku… keringat dingin bercucuran.. dingin dan lemas sekali
seperti tak bisa bernafas… beliau berusaha mencapai tempat
parkir dn berhasil masuk kedalam mobil.. (tidak sempat menghidupkan
mobil… kaca
tertutup semua.. lampu hijet dinyalakan.. pintu tidak dirapatkan) dan
sempat
menghubungi saya untuk mengatakan “bunda, cepat kemari.. ayah tidak
kuat lagi”!
(Suami ku tipe orang yg tidak pernah mengeluh,, tidak ingin
merepotkan orang,sangat mandiri..karena perantau dan biasa hidup susah)
Saya merasa pasti sesuatu terjadi….. .. karena kenal betul kenal sifat
beliau. saya membutuhkan waktu kira2 setengah jam sampai di tempat
kejadian.. yang saya temukan
beliau sudah hampir hilang kesadaran.. baju basah kuyup seperti
berendam dikolam air,, muka pucat bagai mayat.. saya berteriak2 minta
pertolongan. .yang kebetulan saat itu banyak2 supir2 sedang bersiap
jemput majikannya. orang2 berlari memberikan bantuan..
baju kering.. aqua.. bahkan security membuatkan teh panas manis.. dan
memaksa
suami saya untuk minum… Pikiran saya bekerja.. saya butuh
pertolongan orang yg
ahli.. saya telp sabahat kami seorang dokter di JBE.. saya ceritakan
kronologis
kejadian.. beliau memandu saya untuk menusuk ujung jari suami dengan
benda tajam..
apapun ( waktu itu kuku jari tangan saya) supaya suami saya terkejut
dan membuat
kesadaran tidak betul2 hilang2.. ajak bicara terus.. dan segera bawa
ke rumah sakit terdekat.. pilihan cuma ada dua Rumah Sakit Pusat
Pertamina (RSPP) atau Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RSJHK). minta
lakukan EKG..tensi darah.. itu yang harus saya
lakukan segera. pilihan saya ke RSJHK karena arah ke Selatan macet.
Sepanjang perjalanan.. saya mengajak bicara terus.. mengendorkan ikat
pinggang.. kami
sampai di rumah sakit.. kebetulan brankar sedang kosong , jadi saya
dibantu securiti rumah sakit tersebut mendorong ke UGD dengan kursi
roda.sampai di UGD suasana hiruk pikuk dan kebetulan hari itu UGD
sangat penuh.. suami saya ditolak.. karena dilihat
masih dapat duduk di kursi roda..dianjurkan untuk ke poli umum saja.
Saya mengikuti saran ahli medis.. saya antar suami ke poli umumnya
dan sudah tutup,rasanya. . sakit seperti tidak diperdulikan.
Tapi..
Allah itu maha penyayang,, CAMPUR TANGAN ALLAH mulai tampak nyata di
hadapan saya.. Seorang dokter sudah Senior tiba2 ada di hadapan saya
( sepertinya selesai praktek) beliau tanya ada apa ? saya ceritakan
apa yang terjadi.. beliau mengajak saya kesebuah ruangan praktek dan
mulai melakukan pemeriksaan lengkap.. Muka beliau sangat terkejut
begitu membaca hasil EKG. dunia bagai kiamat waktu beliau
mengatakan “Suami Ibu terkena Serangan Jantung Koroner”! harus segera
penanganan intensif.. Saya mengatakan UGD penuh. beliau katakan
TIDAK ADA PILIHAN LAIN HARUS KE UGD SEKARANG JUGA..beliau membuat
REKOMENDASI URGENT.. katakan saja dari DR.AULIA
SANI ( ternyata beliau mantan
direktur RSJHK).Yang tadinya kami ditolak.. kemudian diterima
di UGD walau harus dirawat di kamar yang betul2 penuh hari itu.di
situ melihat orang datang dengan keadaan sudah meninggal karena
terlambat sampai di RS, Saat di UGD tidak pernah satu tenaga medis
yg menanyakan jaminan apapun kepada saya
( Ternyata ITULAH MOTO RS tersebut, Tindakan Dahulu…… . Uang baru Nomor
berikutnya)
Dokter Aulia turun tangan langsung,didampingi dokter Robert dokter
jaga UGD saat itu… suamiku di tangani seksama.. 1 jam berkutnya aku
dipanggil keruangan dokter2.. disana sudah ada dokter Aulia & Robert..
beliau menjelaskan kondisi suamiku yang sebenarnya.. . dan mereka
bertanya apa yang terjadi 1 minggu kebelakang sebelum suamiku kena
serangan jantung hari ini.aku cerita rangkaian kejadian.. beberapa
malam yang kami kira masuk angin… beliau katakan
PADA MALAM2 ITU SEBENARNYA JANTUNG SUDAH TERKENA
SERANGAN WALAUPUN RITME KECIL.. TAPI SUDAH ADA BEBERAPA KOMPONEN
JANTUNG YANG MELEMAH…hingga saat serangan dahsyat datang..
langsung menganggu dan RUSAK..
Rupanya itu belum selesai.. Dokter minta saya berdoa banyak.. 3 jam
berikutnya adalah MASA PENENTUAN… karena akan datang serangan KEDUA
yang maha DAHSYAT sementara akibat dari serangan pertama.. ada
pembuluh yang rusak..biasanya orang jarang selamat.. karena faktor
TIDAK MENGERTI.. DAN TIDAK DITANGANI
DENGAN TEPAT.
Mereka mengatakan
FUNGSI JANTUNG suamiku untuk sementara diganti dengan MESIN PACU
JANTUNG. Mudahan2 ini dapat membantu bertahan. ( waktu serangan
pertama, dada belum terasa sakit). kira2 jam 21..00 suamiku mengalami
Serangan Jantung Kedua yang membuat denyut jantung berkisar 40.. (
padahal normal 70 ) jam 11.00 suamiku langsung di masukan ke ICU
karena kondisi kritis.. dada sakit hebat… sesak tidak dapat
bernafas..( pada saat itu aku hanya bisa menangis.. bingung.. sendiri)
Allah banyak membantu kami .. aku banyak bertemu orang yang senasib
sepertiku..
yang mereka sudah ada di RS tersebut berbulan2 lamanya.Aku bertemu
dokter2 hebat yang baik hati dan banyak memberi pertolongan
penjelasan yang mudah aku mengerti…dorongan dan suport dari semua
teman keluarga dan sahabat dari luar daerah dan luar negeri yang
membuat aku berkata “AKU HARUS
KUAT..SUAMI MEMBUTUHKAN AKU & ANAK2 BUTUH AKU “)
Pasangan hidupku terbaring lam 20 hari di ICU dengan keadaan semakin
drop,,, sementara dokter2 benar-benar mempersiapkan tindakan yg
paling tepat . hari ke 20 dipersiapkan Katerisasi dipimpin Dr.
Kaligis ( tindakan medis mengalirkan cairan putih (kontras) ke dalam
semua pembuluh jantung untuk mencari dimanakah sumber penyumbatan
akibat KOLESTEROL dan pembalonan di lokasi penyumbatan diiringi
pemasangan STAND / RING sesuai panjang sumbatan.(Tindakan seperti ini
sangat MAHAL) hingga bila terjadi penyumbatan lebih dari tiga buah
dokter2 menganjurkan untuk BY PAS yg kesempatannya fivety-fivety. .
(harga RECOVERY sebuah
jantung sakit itu sama dengan harga sebuah rumah atau mobil mewah)
SAYANGILAH JANTUNG ANDA…
Tapi itu belum seberapa… Pasangan hidup kita… akan memulai masa
penyembuhan. ., dengan banyak memerlukan perhatian makanan,kasih
sayang yang lebih banyak dari
semula..kesabaran yang tak TERHINGGA.. karena mereka mulai sehat
dengan proses kepercayaan diri yang hilang,,, dan sifat yang berubah
180 derajat, sangat sesintif dan mudah tersinggung. itu semua
PROSES.. yang kita sebagai pasangan hidup tidak pernah tau kapan
berakhirnya. …anggap itu semua IBADAH
SARANKU..
HINDARI MAKANAN PADANG .. 75% pasien jantung penyuka Masakan Padang
Sekali2 cobalah datang ke RSJHK.. disana terlihat pasien jantung
koroner mulai di usia diatas 25 thn..
Diatas umur 30 kita sudah terkena resiko pengentalan darah. Perempuan
jika masih haid terlindungi dari penyakit jantung karena memiliki
HORMON .
Jika di masa subur wanita terkena sakit jantung.. itu adalah cacat
bawaan seperti kebocoran KATUP & KLEP.
berolah raga yang ringan saja.. DIANJURKAn berjalan kaki pagi hari Ø
3 km atau berenang. Hindari olahraga yang menguras tenaga jika dari
dulu kita buan
pencinta olah raga tersebut. Olah raga yang menguras tenaga memacu
ADRENALIN,
Makan banyak SAYUR dan BUAH untuk menghancurkan KOLESTEROL jahat di
tubuh kita. Hindari Rokok walaupun Pasif…. Mulailah Hidup Sehat
sebelum terlambat.. karena
keluarga masih membutuhkan kita. Ø Insya’allah berguna dan bermanfaat
Serangan Jantung dan kebiasaan Minum Air Panas / hangat…..
Artikel ini berguna untuk semua.
Bukan saja anjuran meminum air panas selepas makan, tetapi
berhubungan dengan SERANGAN JANTUNG!!!!.
Secara logik…., mungkin ada kebenarannya. .. Orang-orang China dan
Jepang mengamalkan minum teh panas sewaktu makan… dan bukannya air
ES. Mungkin sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas
/ hangat
sewaktu menikmati hidangan!!!!
Kita tidak akan kehilangan apa-apa… malah akan mendapat faedah dari
kebiasaan ini.
Kepada siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai untuk anda
Baca. Memang enak dan segar minum air ES selepas makan, tetapi akan
berakibat fatal !!
Walaubagaimanapun, Air ES akan membekukan makanan berminyak
yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita.
Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan
banyak saluran dan lama kelamaan ia akan menyebabkan lemak berkumpul
dan kita semakin gemuk dan menuju ke arah mendapat berbagai PENYAKIT.
Jalan terbaik…adalah untuk minum sup panas atau air PANAS/hangat
selepas makan.
:Nota penting tentang SERANGAN JANTUNG!!!
Anda perlu tahu bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai terasa
pada tangan sebelah kiri.
Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bagian
atas dada anda. Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada
serangan pertama serangan jantung.
Keletihan dan berkeringat adalah tanda-tanda pada umumnya. Malah 60%
pengidap SAKIT JANTUNG tidak bangun selepas tidur.
Marilah kita berwaspada dan berhati-hati.
Lebih banyak kita tahu, lebih cerah peluang kita untuk terus hidup…
PAKAR SAKIT JANTUNG berkata, jika semua orang yang mendapat e-mail
ini menghantar kepada 10 orang yang lain, beliau yakin akan dapat
menyelamatkan satu nyawa.
Baca ini….. ia juga mungkin dapat menyelamatkan nyawa anda!!!!.
**Jadilah teman yang setia dan teruskan menghantar artikel ini kepada
teman-teman yang anda sayangi….. . !!!!
hati2 pake facebook….! May 19, 2009
Posted by Handywan in Information.add a comment
Berikut beberapa kasus di internet akhir-akhir ini yang perlu kita waspadai:
1. Facebook saat ini mulai digunakan untuk menipu (sebagaimana juga e-mail). Salah satu modusnya adalah sepertinya seorang sahabat minta bantuan uang. Karena bentuknya berbeda dengan penipuan di e-mail, maka beberapa orang bisa terkecoh.
2. Facebook saat ini relatif mudah untuk dimasuki oleh Spyware. Bentuknya sering
tidak tersangka-sangka karena tampak mukanya mirip aplikasi facebook.
3. Seperti e-mail, Facebook sekarang juga mulai diserbu oleh Spam.
4. Facebook ternyata sangat terbuka. Banyak pemakai lupa bahwa apa yang ditulis oleh salah seorang “teman” kita, bisa juga terbaca oleh semua “teman-teman” kita lainnya (ini tidak ada di aplikasi e-mail). Sehingga terjadi kasus-kasus salah pengertian seperti kasus di koran terkemuka New York Post. Seseorang bisa tahu tentang diri kita dengan melihat membership kita dalam berbagai group.
5. Terkadang kita dengan senang hati menambah (“add”) friend, tapi jangan lupa bahwa dengan menambah friend tersebut, berarti mereka bisa melihat data-data pribadi kita (ini tidak ada di aplikasi e-mail). Better Business Bureau di Amerika mengeluarkan warning untuk ini.
6. Ternyata foto-foto kita menjadi milik Facebook untuk selamanya. Mohon
hati-hati!
Berikut beberapa saran-saran saya:
1. Jangan terlalu detail memberikan informasi di bagian “INFO” seperti tanggal lahir dengan lengkap (mungkin hilangkan tahunnya), alamat yang sebenarnya tidak usah dicantumkan, lalu menikah dengan
siapa dll. Karena informasi ini bisa-bisa dipakai oleh seseorang untuk, misalnya, mengkonfirmasi credit card Anda.
2. Hati-hati menulis di “WALL”. Jangan menulis di wall hal-hal yang sifatnya pribadi atau sensitif, karena tulisan Anda akan di-broadcast ke seluruh teman-teman Anda dan akan menjadi permanen terpampang di wall
teman Anda tsb. Gunakan fasilitas message (seperti e-mail) atau chat kalau ingin berkomunikasi secara pribadi. Ibaratnya, menulis di Wall berarti Anda sedang menulis di tembok pinggir jalan (semua orang akan
bisa baca).
3. Jangan sembarangan untuk join pada berbagai “CAUSES” karena akan membuka teman-teman baru yang mungkin tidak Anda kenal secara dekat, kecuali memang ini tujuan Anda.
4. Sewaktu menambah teman, harap hati-hati dalam mengkonfirmasi (“CONFIRM”). Re-check siapa yang merekomendasi atau siapa saja teman-teman bersamanya (common friends).
5. Jangan terlalu banyak memakai fasilitas-fasilitas aplikasi (“APPLICATION” ) Facebook, karena kita bisa saja terkecoh mana yang aplikasi Facebook resmi dan mana yang bukan (Spyware). Selain itu, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh software-software aplikasi tersebut setelah mengambil data-data pribadi kita.
6. Upload foto-foto (“PHOTOS”) yang kira-kira tidak akan mempunyai dampak negatif di kemudian hari.
7. Download any spyware program (cari yang gratis saja) dan lakukan sweeping secara rutin.
Modus operandi penjahat baru (pengalaman seseorang) May 19, 2009
Posted by Handywan in Information.add a comment
jalan2 di Paris van Java Bandung masuk ke Sogo istri ku blanja
kosmetik.Ditempat itu ada 2 orang cina menyapa aku n istri,tanya2 dari mana,ngomong2 akhirnya berkenalan krn dia jg jalan2 di Bandung. Mereka mengaku dari luar kota juga ( Tanjung Pinang) bernama Indra (45th) dan A Cai (65th) penampilannya perlente pake jam Rolex.
saya kenalkan spya mau beli karton box bpk.” Setelah saya pulang ke Malang, bulan Maret yl mereka telp cuma say hello tanya
bisnis bgmana dsb. Awal April mereka telp lagi kliatannya spya lbh sok akrab.Tgl 28 April minggu yl mereka telp bilang mau datang ke Sbya, karena laopan/ bos besar lagi di Sbya dan panen rumput laut sdh hampir dan juga mau export tanaman lidah mertua perlu karton box banyak sekali, nanti bpk saya kenalkan ke bos.
sampai 100..000 Usd (wah lumayan besar), untuk packing rumput laut dan tanaman lidah mertua kering untuk export. Ngomong2 sampai jam 2.45, tiba2 si bos minta maaf krn jam 3 dia ada meeting di Plaza Hotel, bgmana kalo pembicaraan ini dilanjutkan jam 4 di Plaza Htl ? . Jam 4 sore aku datang di Plaza Htl, tapi didlm perasaanku ada yg tdk enak sehingga seblm sampai di hotel aku pesan ke istriku ” awas nanti jgn mau diajak meeting didalam kamar hotel, meetingnya di restaurat atau coffee shop hotel saja !”
ada coffee shop ? mrk jawab beres, ada !.
Mereka membuat skenario, tiba2 kamar di grebek (oleh orang2 dia sendiri) tertangkap basah ada pesta narkoba didlm kamar. Lha disinilah terjadi obyek pemerasan mereka bisa minta 2 M atau brapa tergantung negosiasinya untuk uang damai, kalo aku tdk bawa uang pasti kartu2 Atm ku, istri ku dirampas mereka dan
uangnya akan dikuras habis !
Untung Boy, Tuhan masih melindungiku dng memberikan kewaspadaan dan perasaan yg kurang enak.Hati2 jgn gampang2 diajak masuk kekamar hotel oleh orang2 yg tidak kenal ,tidak tahu jelas alamatnya, tidak tahu latar belakang pekerjaannya. Bisa di jebak dan di peras !
Sedikit tentang Boediono May 19, 2009
Posted by Handywan in Information.2 comments
Sisi lain Pak Boed yang saya kenal Oleh Faisal Basri
- 14 Mei 2009 -
Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat buku-bukunyan yang enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an. Kalau tak salah, judul-judul bukunya selalu dialawali dengan kata ”sinopsis,” ada Sinopsis Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, Sinopsis Ekonomi
Moneter, dan Sinopsis Ekonomi Internasional. Kita mendapatkan saripati ilmu ekonomi dari buku-bukunya yang mudah dicerna.
Pada suatu kesempatan, Pak Boed mengutarakan pada saya niatnya untuk merevisi buku-bukunya itu. Mungkin ia berniat untuk menulis lebih serius sehingga bisa menghasilkan buku teks
yang lebih utuh. Kala itu saya menangkap keinginan kuat Pak Boed untuk kembali ke kampus dan
menyisihkan waktu lebih banyak menulis buku. Karena itu, ia tak lagi berminat untuk kembali masuk ke pemerintahan setelah masa tugasnya selesai sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintihan Ibu Megawati. Pak Boed dan Pak Djatun (Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko
Perekonomian) bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang “gonjang-ganjing” di bawah
pemerintahan Gus Dur. Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan terus menerus. Di tengah hingar bingar masa kampanye seperti dewasa ini, Ibu Mega ditinggalkan oleh wapresnya, dua menko, dan seorang menteri (Agum Gumelar). Ternyata
perekonomian tak mengalami gangguan berarti. Kedua ekonom senior ini bekerja keras mengawal
perekonomian. Hasilnya cukup menakjubkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2004
mencapai 6,65 persen, tertinggi sejak krisis hingga sekarang.
Selama dua tahun pertama pemerintahan SBY-JK, perekonomian Indonesia mengalami kemunduran. Tatkala muncul gelagat Pak SBY hendak merombak kabinet, sejumlah kawan mengajak Pak Boed bertemu. Niat para kolega ini adalah membujuk Pak Boed agar mau kembali masuk ke pemerintahan seandainya Pak SBY memintanya. Agar lebih afdhol, kolega-kolega saya ini juga mengajak Ibu Boed. Mungkin di benak mereka, Ibu bisa turut luluh dengan pengharapan
mereka. Akhirnya, Pak Boed menduduki jabatan Menko Perekonomian. Mungkin sahabat-sahabat saya itu masih terngiang-ngiang sinyal penolakan Pak Boed dengan selalu mengatakan bahwa ia sudah cukup tua dan sekarang giliran yang muda-muda untuk tampil. Memang, Pak Boed selalu memilih ekonom muda untuk mendampinginya: Mas Anggito, Bung Ikhsan, Bung Chatib Basri,
Mas Bambang Susantono, dan banyak lagi. Semua mereka lebih atau jauh lebih muda dari saya.
Interaksi langsung terjadi ketika Pak Boed menjadi salah seorang anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Saya ketika itu anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden (anggota lainnya adalah Pak Widjojo Nitisastro, Pak Alim Markus, dan Ibu Sri Mulyani Indrawati). Ibu Sri Mulyani memiliki jabatan rangkap (jadi bukan sekarang saja), selain sebagai anggota Tim Asistensi juga menjadi sekretaris DEN. Pak
Boed tak pernah mau menonjolkan diri, walau ia sempat jadi menteri pada masa transisi. Sikap rendah hati itulah yang paling membekas pada saya. Lebih banyak mendengar ketimbang bicara. Kalau ditanya yang “nyerempet-nyerempe t ,” jawabannya cuma dengan tersenyum. Saya tak pernah dengar Pak Boed menjelek-jelekkan orang lain, bahkan sekedar mengkritik sekalipun. Tak berarti bahwa Pak Boed tidak tegas. Seorang sahabat yang membantunya di kantor Menko Perekonomian bercerita pada saya ketegasan Pak Boed ketika hendak memutuskan nasib proyek monorel di Jakarta yang sampai sekarang terkatung-katung. Suatu waktu menjelang lebaran, Pak Boed dan sejumlah staf serta, kalau tak salah, Menteri Keuangan dipanggil Wapres. Sebelum meluncur bertemu Wapres, Pak Boed wanti-wanti kepada seluruh stafnya agar kukuh pada pendirian berdasarkan hasil kajian yang mereka telah buat. Pak Boed sempat bertanya kepada jajarannya, kira-kira begini: “Tak ada yang konflik kepentingan, kan ? Ayo kita jalan, Bismillah …
Keesokan harinya, saya membaca di media massa bahwa sekeluarnya dari ruang pertemuan dengan Wapres, semua mereka berwajah “cemberut” tanpa komentar satu kata pun kepada wartawan. Adalah Pak Boed pula yang memulai tradisi tak memberikan “amplop” kalau berurusan dengan DPR. Tentang ini, saya dengar sendiri perintahnya kepada Mas Anggito.
Ada dua lagi, setidaknya, pengalaman langsung saya berjumpa dengan Pak Boed. Pertama, satu pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Pak Boed masih Menteri Keuangan. Berbeda dengan pejabat pada umumnya, Pak Boed dijemput oleh Ibu. Dari kejauhan saya melihat Ibu menyetir sendiri mobil tua mereka.
Kedua, saya dan isteri sekali waktu bertemu Pak Boed dan Ibu di Supermarket dekat kediaman kami. Dengan santai, Pak Boed mendorong keranjang belanja. Rasanya, hampir semua orang di sana tak sadar bahwa si pendorong keranjang itu adalah seorang Menko.
Banyak lagi cerita lain yang saya dapatkan dari berbagai kalangan. Kemarin di bandara Soekarno Hatta setidaknya dua orang (pramugara dan staf ruang tunggu) bercerita pada saya pengalaman
mengesankan mereka ketika bertemu Pak Boed. Seperti kebanyakan yang lain, kesan paling mendalam keduanya adalah ikap rendah hati dan kesederhanaannya. Dua hari lalu saya dapat cerita lain dari pensiunan pejabat tinggi BI. Ia mengalami sendiri bagaimana Pak Boed memangkas berbagai fasilitas yang memang terkesan serba “wah.” Dengan tak banyak cingcong, ia mencoret banyak item di senarai fasilitas. Kalau tak salah, Pak Boed juga menolak mobil dinas baru BI sesuai standar yang berlaku sebelumnya. Entah apa yang terjadi, jangan-jangan mobil para deputi dan deputi senior lebh mewah dari mobil dinas gubernur. Kalau mau tahu rumah pribadi Pak Boed di Jakarta, datang saja ke kawasan Mampang Prapatan, dekat Hotel Citra II. Kebetulan kantor kami,
Pergerakan Indonesia , persis berbelakangan dengan rumah Pak Boed. Rumah itu tergolong sederhana. Bung Ikhsan pernah bercerita pada saya, ia menyaksikan sendiri kursi di rumah itu sudah banyak yang bolong dan lusuh. Bagaimana sosok seperti itu dituduh sebagai antek-antek IMF, simbol Neoliberalisme yang bakal merugikan bangsa, dan segala tuduhan miring lainnya. Lain kesempatan kita bahas tentang sikap dan falsafah ekonomi Pak Boed. Kali ini saya hanya sanggup bercerita sisi lain dari sosok Pak Boed yang kian terasa langka di negeri ini.
Maju terus Pak Boed.
Penting Banget (sebarin ya!) July 19, 2008
Posted by Handywan in Information.add a comment
Seandainya di tilang. July 19, 2008
Posted by Handywan in Information.add a comment
sodara-sodara, meski banyak kerjaan di kantor, (more…)